Minggu, 30 November 2008

Vaksinasi Influensa

Hari Senin 1 Desember 2008, kaka di vaksinasi lagi, kalau gak salah vaksin Influensa. Pagi-pagi papa dan mama bawa kaka ke rumah sakit Pondok Indah di Jakarta Selatan, daftar di dokter Adi Tagor dapat nomor urut ke 13, nunggu lumayan lama tapi kaka gak rewel karena di kasih Asi sama mamanya. Waktu masuk ke ruang kerja dokter langsung di timbang sama suster beratnya 5.1 kg terus di ukur tinggi badannya setinggi 58 cm dan lingkar kepala normal. (alhamdulilah...kamu tumbuh sehat kaka). Karena lapar pengen mimi kaka nangis terus gak henti-henti, trus di ambil sama mama biar berhenti menangis karena mau di suntik. Pas jarum suntiknya nancap langsung kaka menangis....oa...oa...oa.. keras sekali sampai air matanya keluar banyak. "Tenang kak..." begitu kaka mama lalu dokternya periksa lidah kaka karena putih-putih dan ternyata itu jamur. " itu sesuatu yang normal....gak apa-apa " kata dokter Adi. "Dengan obat tetes saja nanti sembuh kok..." itu katanya. Habis itu pulang deh tapi mampir dulu di rumah ibu sepuh karena papa mesti ke kantor dulu...(yana)

Sabtu, 29 November 2008

Tumbuh

Kata uwak-uwakku, aku sudah besar. Emang betul wak, sekarang kaka sudah besar di bandingkan dengan bulan lalu karena berat badannya sekarang sekitar 5 kg dan panjangku 58 cm. Dia tumbuh dengan sehat karena minum minum air susu ibu atau asi eksklusif. (YS)

Kamis, 27 November 2008

Kenapa Lidahku Putih ya??

Lidahku putih nih. Kata ibu jangan2 berjamur. Hari Senin aku mau kontrol ke dokter sama ibu nunggu ayah pulang katanya. (Dade)

Rabu, 26 November 2008

Ritual mandi

Ini adalah gaya kaka kalau mau mandi. Biasanya buka baju oleh mama terus di gendong dan diajak bercermin dulu di kaca depan kamar mandi, terus dimandikan. Seperti pada umunya bayi atau anak kecil dia akan sangat senang kalau main air, kemudian habis mandi di lap dan dikeringkan. Lalu di dandani pakai baju dinas harian yaitu baju putih dan celana putih ini dimaksudkan biar bersih dan rapi. Setelah itu badannya di kasih wangi-wangian pakai pewangi bergambar bayi...(Johnson & johnson kalau gak salah), rambutnya di sisir bergaya spark (jocong kata orang sunda mah,.). Setelah itu mimi dan tidur deh.. (yana)

Selasa, 25 November 2008

Ayah Pergi Tugas

Hari ini ayahku ke Balikpapan ada
tugas dari kantor, lama juga kata ibu 6 hari. Gpp deh, aku di rumah aja kan aku
masih kecil. Hati-hati di jalan ya ayah....
(Dade).

Minggu, 23 November 2008

Hari ini genap umur 2 bulan

Hari ini umurmu genap dua bulan kaka, dari tadi pagi banyak tamu yang datang ke rumah kita. Ada tante Gina, Aster dan om Deni yang pada nengok kamu. Trus mereka pada bawaain hadiah buat kamu, ada kursi buat makan, kursi buat nyantai juga. Hari ini juga kamu sudah bisa bicara haoooo.....haoooo...haooo....kalau diajak ngomong sama papa dan mbak Sari. Duh mulai hari ini juga kalau marah suka nangis sampai keluar air mata. Selamat ya kak, sehat dan tumbuh sempurna..papa dan mama senang sekali kamu sehat dan tumbuh baik.. (yana)

Sabtu, 22 November 2008

Dari aku lahir tanggal 23 Sept 2008 sampai 22 Nov 2008

Hari itu tanggal itu tanggal 23 September 2008, di rumah sakit Pondok Indah Jakarta, aku dilahirkan ke dunia ini . Setelah di kandung selama 9 bulan oleh mamaku, aku dilahirkan dengan normal. Waktu itu kata mama, ketuban mama pecah jam 1 siang di rumah ibu sepuh nenekku. Terus oleh ibu sepuh di bawa kerumah sakit naik taksi karena papaku gak ada lagi kerja di Kalimantan Timur. Terus ternyata mamaku sudah bukaan 2, kata dokter karena ketubannya sudah pecah mama harus di induksi biar aku gak keracunan. Sakit sekali katanya...tiap 5 menit mama mules dan sakit sekali rasanya. Trus mama smsin papa karena gak ada teman. Mamaku nahan sakit terus sampe telepon papa yang lagi di Kalimantan minta ijin mau operasi cesar, tetapi ternyata gak boleh sama dokter karena bukaan sudah 8. Jam 9 mama melahirkan aku dengan selamat, di bantu sama dokter Aswin Sastrowardoyo dan banyak suster. Aku nangis trus di susuin sama mama. Kata mama pas aku lahir aku di qomatin sama uwak Safri. Sekitar jam 11 malam papa datang sama om asep, mama senang sekali karena papa sudah datang. Trus aku di adzanin dan qomat sama papa, kata papa itu biar suara yang terdengar pertama kali aku dengar adzan sebagai tanda panggilan shalat buat orang muslim. Semenjak itu aku jadi seorang muslim.

Setelah keluar dari rumah sakit aku, mama dan papa tinggal di rumah ibu sepuh di Radio 5. Sampai 4 hari setelah idul fitri kebetulan aku lahir pas bulan puasa dekat ke Idulfitri. Setelah itu pindah ke rumah ku di Gunung-puteri Bogor. Di rumah ada mbak sari yang bantu mama untuk mengurus rumah dan aku. Kata papa, mamaku cuti kerja selama 3 bulan, ntar setelah mama kerja lagi aku tinggal di rumah sama mbak Sari.

Sudah beberapa kali aku di bawa ke dokter anak, karena kata mama hampir 25 hari setelah lahir mata dan kulitku masih kuning, karena takut mama dan papa bawa aku ke rumah sakit untuk diperiksa, kata dokter aku harus sering di jemur pagi-pagi biar gak kuning dan sering dikasih air putih. Setelah itu dijemur pagi-pagi menjadi pekerjaan rutin tiap pagi buat mama dan papa yang selalu bergantian. 3 Kali katanya aku di ambil sample darahnya untuk diperiksa di lab. Kata papa waktu aku dimbil darahnya hanya nangis sebentar setelah itu bobo lagi deh. Eh..lupa nama dokter yang merawat aku adalah dokter anak Edi Tagor, dokternya sudah sepuh tapi baik sekali. Setelah aku sehat dan tidak kuning lagi, aku di beri beberapa kali vaksinasi, kata mama yang pertama hepatitis, terus BCG, setelah itu polio, hepatitis lagi. Kata mama biar badan aku sehat dan kuat serta tidak mudah terserang penyakit.

Setelah umurku 40 hari, aku di ajak papa dan mama ke Bandung ke rumah enin. waktu itu kata mama kita bertiga pergi ke Bandung lewat jalan Jonggol terus ke Cianjur dan sampai di Bandung. Sepanjang perjalanan aku tidur terus kata papa gak bangun-bangun. Sampai di rumah enin ada uwa Wiwin sama wa Mamad. Aku di ambil uwak terus di ciumin tapi akunya tidur terus katanya. Nginap satu malam saja di Bandung, besoknya aku di tengokin sama wa Ade dan wa Dani, terus ada teteh devi dan yang lain. Di rumah bandung aku kedinginan karena pas kesana musim hujan. Tapi aku gak apa2 hanya nangis sebentar dan banyak bobo lagi. Semenjak itu aku sering diajak jalan-jalan sama mama dan papa, kadang bertiga atau berempat sama mbak Sari.